11
Jan
12

Masa lalu, tak usah di pilu


Masa lalu

BIsmillah..
Lagi lagi dengan nama Allah kita memulai sesuatu. Lagi-lagi kita mengucapkan nama-Nya sebelum memulai hal kecil apapun..
Bahkan terkadang perbuatan buruk pun di selipi nama-Nya.
Sungguh hebat Sang Pencipta yang telah menciptakan garis takdir. Maha Sempurna. Maha Bijaksana.

Asyhadu ana Muhammadarrosululloh..
LAgi-lagi manusia ini di ucapkan di seluruh pelosok dunia. Manusia yang telah meninggal berabad silam lalu. Akan tetapi masih saja namanya diucapkan. Baik mendapat pujian atau cacian. Bahkan saya yakin, tidak ada satu detikpun terlewat kecuali nama manusia ini diucapkan oleh 1 manusia di seluruh penjuru dunia. Pasti ada kedahsyatan yang dia perbuat, sehingga namanya masih hidup. Meski jasad nya telah lapuk dimakan tanah. Semoga kita bisa bertemu dengan manusia yg tiap detik terus di bicarakan.

Masa lalu merupakan momen yang bisa di ingat jika ada kesan. Dan mudah dilupakan jika dianggap biasa saja.
Ia merupakan sejarah dari setiap jiwa manusia. Jika dianalogikan dia seperti kaca spion kendaraan. CUkup hanya dilihat dan kita terus melaju meneruskan kehidupan.

Pelbagai pilu,rindu,sesal,bahagia selalu mewarnai masa lalu. Berbagai sejarah baik siap kita ceritakan kepada kawan dan sanak saudara. Masa kelam pun terkadang kita ceritakan agar hati ini plong dan mendapatkan inspirasi dari pendengar cerita masa kelam. Atau rasa rindu terhadap kasih yg begitu mengesan dalam hati menjadikan masa lalu semakin berwarna.

Namun hey, itu semua masa lalu..
Banyak orang tidak sadar bahwa dia sadar hidup. Banyak orang yg hingga kini hidup dimasa lalu. Enggan melaju di masa kini. Hidupnya penuh kenangan dan renungan juga lamunan. Sempurna sudah hidup Masa Lalu.

Hidup masa lalu di penuhi, keegoisan !

Yang selalu dirasakan adalah kebahagiaan lama, kesedihan lama, menjadi lamunan dan renungan. Raganya lelah karena setiap hari dikuras habis oleh lamunan yang luar biasa seru dan sejuk.

Dahulu..
Mungkin mudah bagi kita beribadah..
Mungkin seru dalam berdakwah..
Mungkin tak pernah mengenal menyerah..
Mungkin selalu semangat tilawah..
Mungkin selalu siap muroja’ah..
Mungkin asyik membaca sirah..
Mungkin setiap hari adalah rosulullah..
Mungkin tiap waktu Tuhan selalu ada..

Kini..
Beribadah jika ada luangan waktu..
Berdakwah jika ada luangan amanah..
Menyerah dengan mudah..
Tilawah ketika diperintah manusia..
Ingat Tuhan, jika mendapat musibah..
Atau ingat Tuhan, jika mendapat anugrah..
dan berbagai kepenatan yg senantiasa mendahului ibadah..
Menjadi alasan banyak pekerjaan, untuk meyakinkan diri menyampingkan ibadah..

Allah tak pernah bosa menunggu kita untuk berbicara kepada-Nya.
Mengeluhkan segala persoalan kepada-Nya.
Meminta semua kepada-Nya.
Bercerita angurah indah kepada-Nya.
Meminta saran kepada-Nya.
Menangis kepada-Nya.
Tertawa syukur bersama-Nya.
CInta kepada-Nya.

Allah selalu menunggu kita, sahabat..
Menyapa walau dengan, “Yaa Allah”
Kaget dengan,”MasyaAllah”
Takjub dengan,”Subhanallah”
Mohon ma’af dengan,”Astagfirullah”

Bahkan Allah selalu sabar, sahabat..
Marah dengan,”Kenapa Yaa Allah !?”
Benci dengan,”Allah tidak mengabulkan doa !”
Penat dengan,”Allah tidak adil !”
Sesak dengan,”Allah kenapa ini semua !?”
Muak dengan,”Ini bukan yg saya inginkan !”

MAsya Allah…

Kawan..
Jika masa lalumu adalah kesatria terhebat, lihatlah detik ini.
MAsih kah engkau kesatria itu?
Jika masa lalumu seorang akhwat rajin beribadah, lihatlah detik ini.
MAsih kah engkau seorang Akhwat?
Jika masa kelammu seorang pencontek, lihatlah lebih dalam !
Apakah engkau telah berhenti?
Jika masa kelammu seorang Ahli Pacaran, lihatlah jauh lebih dalam !
Apakah engkau berhenti menyakiti mereka?
Jika masa kelammu seorang pembohong, lihat lagi lebih dalam !
Apakah engkau seorang jujur?

Masa lalu sebaik apapun tidak ada yg bisa dibanggakan, ketika masa kini telah turun..
Masa lalu seburuk apapun tidak ada yg bisa kita sombongkan, semua hidayah dari-Nya..

Mulai bersyukur dengan pengalaman menjadi orang baik. Sehingga kita tahu, baik nya kita masa lalu seperti apa.
Dan kita siap memulai untuk masa depan menjadi orang baik, bahkan lebih baik dari bayangan masa lalu.

Mulai bersyukur dengan pengalaman menjadi orang buruk. Sehingga kita tahu dan bisa menasehati semua teman.
Maka hentikan pengulangan warna kelam di masa kini. dan bantu teman kita untuk tidak masuk dalam lembah keburukan yang kita alami.

Setiap individu mempunyai masa terhebat dan terburuk. Biarlah yang terburuk, sampai disini saja.
Selanjutnya kita isi dengan masa terhebat hingga malaikat ajal mengetuk ruh kita.

Allahu’alam bishawab :)

Bumi Allah, 11.01.12

Brian Pamukti bin Sunardi bin Sastroatmojo bin Dipadirana


0 Responses to “Masa lalu, tak usah di pilu”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Asma’ul Husna

I’am Robot of God


Bentar, ucapkan dulu "Alhamdulillah".
Ayo manfaatkan waktu mu disini dengan hal2 unik dan menarik, mudah2an hal tersebut bertransformasi menjadi pahala selaku kunci Surga

Demi Waktu

Daftar Detakan

Manajemen Waktu

January 2012
M T W T F S S
« Jul    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Telah Terabsen

  • 2,248 mahluk

Yahoo Yahudi, sial !! dasar Kuda

Silahkan Masukan e-mail. Untuk Abudemen artikel menarik.

Join 126 other followers


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 126 other followers