Hatiku Pengangguran


burning

Hari ini merupakan akhir-akhir pertemuan dengan Bulan Ramadhon. Peluh melintir hati karena merasa belum mampu memaksimalkan fasilitas Bulan Ramadhon yang Allah berikan kepadaku. Rasa rindu ini tiba-tiba muncul dan mendorong keras hati untuk kembali pada Ilahi. Dua Ramadhan belakang, Allah permudah saya menjalankan i’tikaf 10 hari terakhir full tanpa pulang. Namun tahun ini…

Begitu berbeda. Aku tidak tau dimana kesalahanku. Aku merasa Ramadhon ini kapabilitas ibadah menurun.  Seperti Asymptote yang terus menutun menuju titik nol, namun tidak pernah menyentuh titik nol. Yaa Rabb apakah hati ini pindah kepada cinta selain kepada-Mu ?

Malam itu aku menjadi penceramah Taraweh, materi yang dibawakan tentang Memakmurkan Masjid, yang diambil dari blog sendiri. Hahaha biarlah, biar bermanfaat dikit ini blog. Entah mengapa ketika menyampaikan ceramah itu rasanya hati tercekik, terpukul, meronta-ronta meminta nyawa. Ceramah ini begitu menampolkan diri sendiri. Ya AMpun. Dulu 2 tahun lalu aku sangat semangat i’tikaf dan meninggalkan Semua Buka Bareng yang menghadang.

Sebenernya kali ini memang sudah di niatkan tidak itikaf, untuk membalasa 2 tahun tanpa silaturahim kepada teman-teman. Namun, mungkin itu bukan pilihan terbaik. Huuuh.. tidak hanya konflik batin, bunda ku pun bertanya mengapa tidak se semangat dulu Ramadhan mu? Aku hanya bisa diam membisu. KArna aku sendiri bingung apa yang terjadi pada diriku. Ya Allah.

Akhirnya aku berniat menambah waktu dimasjid dan teringat akan Shalat Israq ! Ah, dalam hatiku. Ini Shalat yang akan ku incar. Sambil menunggu nya, aku habiskan ketinggalan juz juz al-qur’an yang sempat ku abaikan. Hari itu udara begitu dingin meniup lembut kedalam sukma.

Setelah Shalat Subuh, dibacakan beberapa Hadist Bagina Muhammad Saw. Berkisah tentang “Dunia adalah penjara bagi orang Islam dan Surga bagi orang kafir” . Disana aku kembali terpukul, mengapa saat ini aku merasa Dunia begitu surga. MAen game dengan bebas, tidur sepulasnya, denger lagu yang melemahkan ibadah. Ya AMpun, mungkin ini sebab mengapa hati ini begitu sulit untuk beribadah. “Hatiku Pengangguran” Continue reading “Hatiku Pengangguran”

Advertisements

Sebelum Masjid Ditinggalkan


Ka’bah

Sebelum maut menjemput dengan do’a mau tidur, kiranya saya ingin berbagi kisah dari Pencerama ketika Terawih. Tapi tenang, aku nulis ini bukan sewaktu teraweh ko, haha emang nya gue anak Sekolah. Tiap ada ceramah ditulis dan di tanda tangan? haha tapi serius, pas dewasa gini *cih dewasa?* kalo dibaca lagi buku Ramadhan suka ingin menagis terbahak-bahak. *gimana tuh?*

oke pembaca yang setia, kini aku mau mengeluarkan Ayat Al-Qur’an. plis banget bagi kalian yg lagi di Toilet dan membaca ini, keluar dulu 😀 bukan di keluarin yah, tp keluar dulu. hahaha *jadi kapan bahasnya bray?* *oia*

ini ayat nya kawan-kawan :

Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 18 “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” 

ehem disini ada beberapa poin yang sempat saya renungi, kalo salah tolong diam *lho* Maksudnya diam dan nanti tegur 😀 haaha *oke serius*

  1. Memakmurkan : Ini bermaksud bahwa, diramaikan dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat. DIA tidak akan marah pada anak kecil yang sedang berlari dimasjid. Bermain-main dengan orang yang sedang Shalat. Biarkan saja. Anak kecil sedang menikmati Rumah-Nya.
    Memakmurkan artinya kita beribadah kepada Allah. Bertemu dengan-Nya.
  2. Masjid-masjid Allah : ini berarti ga hanya masjid yang deket rumah. Setiap kali kita bepergian dan bertemu Masjid, disanalah kita bertemu Allah. Mungkin kah, kita mencari Pak Suwono, dirumah Pak Siswoyo? tentu tidak. Kalo mencari Allah, kunjungi Rumah-Nya. DIA sangat baik. DIA akan senang jika kita berlama-lama dirumah-Nya
  3. Orang Beriman :  Mustahil yang akan memakmurkan masjid, orang Kafir (non Muslim), apalagi orang Munafik *Hell yeah* (HUsh ! lagi bahas masjid masa gitu) . Yap, jika kita memakmurkan masjid, bisa dipastikan kita adalah orang Beriman. Selain orang beriman, mustahil pak dia memakmurkan Masjid Continue reading “Sebelum Masjid Ditinggalkan”

Whatever People Say Am I *Usaha Atas Iman*


Hari ini mau ngepost perkataan yang sering aku denger kalo lagi Khuruj Fisabilillah atau mendengar Bayan (ceramah) .
Kkata-kata yang dikeluarkan dari setiap mulut yang berbeda 90% nyaris persis. Ini mungkin naskah yang sudah di translate di berbagai belahan Dunia 😀
Tapi serius asik nyaksiin atau membacanya, seolah-olah ada kesenangan dalam batin ini ketika menyinggung tentang-Nya

Targhib.

Kejayaan, kebahagiaan, kemuliaan, dan kesuksesan makhluk ada dalam kekuasaan Allah SWT.
Allah yang menciptakan….
Allah yang memelihara….
Allah yang memberi rizki….
Allah menciptakan suasana dan keadaan….
Allah menciptakan sesuatu dengan kudrat dan iradat Nya tanpa bantuan makhluk.

Segala yang nampak ataupun yang tidak nampak berasal dari khazanah Allah.
Untuk kejayaan, kebahagiaan, kemuliaan, dan keselamatan umat manusia Allah telah menghantarkan Agama Islam yang sempurna.
Agama adalah seluruh perintah Allah ikut sunnah Rasulullah saw.

Ketiadaan dan kekurangan dalam amal agama akan menyebabkan kerugian, penderitaan, kegagalan, dan kehinaan baik di dunia maupun di akhirat yang kekal abadi selama-lamanya. Agama penting namun usaha atas agama jauh lebih penting.
Agama lebih penting dari tanah, air, api, dan udara.

Bagaimana agama dapat wujud dalam diri kita dan seluruh umat serta dapat tersebar ke seluruh alam sampai hari kiamat?
Jawabnya : Hanya ada satu cara, yaitu dengan usaha dan cara Rasulullah saw, tidak dapat dengan cara lain. Sebagaimana kita melihat hanya dengan mata, mendengar dengan telinga, berbicara dengan mulut, berjalan dengan kaki, dan sebagainya.

Rasulullah saw adalah penutup para Nabi.
Allah SWT tidak akan menurunkan Nabi lagi, tetapi tugas kenabian harus tetap berlanjut sampai hari kiamat.
Siapakah yang akan meneruskan Usaha Kenabian? Maka Allah telah memilih dan menerima umat ini bertanggungjawab untuk meneruskan Usaha Kenabian.

Apakah Usaha Rasulullah saw itu? Usaha Rasulullah saw adalah kumpulan dari beberapa usaha amal, yaitu : Usaha Dakwah ila Allah, Usaha menghidupkan Taklim wa Ta’allum ,Usaha Dzikir Ibadah dan menambah kekuatan Doa Usaha Khidmat (bergaul sesama makhluk dengan akhlak Rasulullah saw.

Sebagai contoh usaha pertanian ialah kumpulan dari beberapa hal yaitu harus ada sawah, air, benih, alat, dan petani.
Apabila salah satu unsur tadi tidak ada maka usaha pertanian tidak dapat berjalan. Demikian juga dengan Usaha Rasulullah saw, apabila salah satu amalan tidak dapat dihidupkan maka Usaha Rasulullah tidak dapat berjalan.

Usaha Rasulullah saw dapat dijalankan dengan 5 amal Maqami, yaitu :

  1. Musyawarah Harian
  2. 2,5 jam Taklim di Masjid
  3. Taklim di Rumah
  4. Jaulah di masjid sendiri dan
  5. jaulah di masjid tetangga

Apakah jemaah itu ? Jemaah adalah berkumpulnya ahlul haq dalam suatu tempat yang memiliki syarat-syarat tertentu yaitu :

  • Fikir yang sama sebagaimana fikir Rasulullah saw
  • Maksud dan tujuan yang sama
  • Semangat dan gerak yang sama
  • Pembicaraan yang sama dalam perkara yang sama
  • Kefahaman agama yang sama atas perkara yang sama
  • Satu hati dan kasih sayang

Apabila Usaha, Amalan, Sifat, dan Syarat-Syarat tersebut dapat wujud pada diri seseorang, satu jemaah, rumah, tempat usaha, masjid dan kampung selama 24 jam, maka : Allah akan jadikan asbab turunnya hidayah bagi semua umat di seluruh alam sampai hari kiamat.

Allah akan menjaga rumah, tempat usaha, masjid, dan kampung kita sebagaimana Allah menjaga baitullah dari serangan tentara Abrahah.

Allah menjaga keluarga dan keturunan kita sebagaimana Allah menjaga keturunan Nabi Ibrahim

Allah akan memberikan keberkahan rizki dan rizki yang tidak disangka-sangka

Allah akan tegakkan yang haq dan hancurkan yang bathil

Allah akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang adil.

Allah akan jaga diri kita dari fitnah dunia dan fitnah dajjal. Continue reading “Whatever People Say Am I *Usaha Atas Iman*”