PINDAHAN


bay bay
bay bay

bertaun-taun berada di area wordpress.

Kini mencoba beralih ke blogspot.

brianpamukti.blogspot.com

postingan disini tetap masih ada.

Yang membedakan adalah karakter penulis yang sudah sangat berbeda.

benar-benar berbeda 🙂

 

Advertisements

Cuma Curahan Rumeut (CuCuRuT)


human-vs-robot-13.jpg

Kali ini tanpa salam ah, bukan kah kau bosen mendengar nya? Atau justru menyenangkan mengulang kalimat-kalimat yang sama. Aku tidak, bahkan bahasa yang ku gunakan (Indonesia) harus kuperbarui sendiri, dengan kata-kata olahan sendiri, serta memaksa orang secara lembut mengerti bahasa-bahasa baru yang kugunakan.

Perkembangan bahasa memang aneh, tidak ada penemu dan pemusnah, meski disadari atau tidak, bahasa Indonesia berkurang dan bertambah. Entah orang menyebut bahasa alay, dengan menambahkan/memangkas huruf-huruf dalam kata. Santai berubah jadi Sans, Langsung berubah menjadi Sung, dll.

Tapi beberapa orang menyukai pemusnah bahasa! Import bahasa inggris, yunani,roma,arab dan-lain-lain terus mengidap. Meski kita tahu bahwa bahasa Indonesia sejak dahulu memang bahasa serapan. Tapi.. ah sudahlah

Aku selalu berfikir berbeda, mengapa?

Berbeda dengan yang lain. Terkadang aku bisa sama, tapi sungguh membosankan.
Aku cepat bosen dan haus informasi.
Namun harus kusadari, informasi yang melimpah seakan-akan membuat informasi benar/salah bercampur. Fakta dan Dusta dalam satu cangkir tanpa bisa dibedakan.  Tapi bagaimana lagi, kita akan kehausan jika cangkir itu tidak diminum.

Tapi, kita selalu memiliki pilihan. Meski tidak selalu memiliki. Pahamilah. Kita ini robot yang merasa memiliki pilihan.

Benar! Kita robot yang merasa memiliki pilihan.  Continue reading “Cuma Curahan Rumeut (CuCuRuT)”

Meteor


Sepagi ini, aku masih meringkuk didalam lamunan kantuk. Senin, adalah hari paling iyuh yang dirasakan semua people. Bagaimana tidak, dua hari dimanjakan dengan keleyeh-leyehan yang membahana, membuat jiwa dan raga ini ingin melanjutkan keleyehan tersebut. Tapi tidak bisa, aku harus kembali kuliah untuk menimba air di sumur. Eh, maksudnya menimba ilmu.

Perkuliahan pukul 09.00 WIB, dan aku melihat keatas seraya berkata, “alamak’jang, masih jam 7 tapi rasanya matahari sudah melotot seolah-olah ingin berkata, “bergegaslah mandi, saatnya pro-vitamin D bekerja dengan optimal !”. Tidak lama dari lamunanku tentang matahari, mataku kembali terasa berat seperti diduduki oleh samudra angkasanya bima sakti. Bahkan beratnya, lebih dari sakit hati yang kurasakan nanti malam. Huh.

Aku terlelap beberapa menit, sampai jam dinding menemukanku tertidur dan membangunkan dengan dentuman-dentuman seperti peperangan prancis dan jerman. Bahkan, aku merasa lemas seperti Hitler yang mengetahui bahwa kaum Yahudi menghianati Jerman, serta menyebabkan kekalahan jerman terhadap perancis. Sama dengan perasaan dendam itu, Hitler berhasrat ingin membunuh seluruh ras Yahudi, meskipun ia sudah sadar sejak awal, hal tersebut mustahil. Yang bisa ia lakukan hanyalah mengurangi secara drastis jumlah mereka. Begitupun dengan dendamku terhadap jam ini ! Meski aku sadar tidak bisa menghancurkan nya, tapi jam ini bisa aku putar agar terlihat tidak terlalu cepat waktu berlalu. Tapi…

Continue reading “Meteor”